5 Fakta Tentang Profesor Arif Satria Sebagai Rektor IPB

Bagi mahasiswa maupun calon mahasiswa, mengenal nama Profesor Arif Satria menjadi suatu keniscayaan. Bagaimana tidak? Di antara para dosen IPB, namanya begitu populer karena telah banyak menorehkan prestasi maupun inovasi. Untuk mengenal lebih dekat tentang sosok orang nomor satu di IPB ini, yuk simak dulu beberapa fakta berikut.

5 Fakta Profesor Arif Satria sebagai Rektor IPB

Fakta Profesor Arif Satria sebagai Rektor IPB
Profesor Arif Satria Rektor IPB

Mengidolakan Chrisye

Siapa yang tak kenal dengan nama Chrisye? Pelantun lagu “Badai Pasti Berlalu” ini rupanya punya banyak penggemar, ya. Salah satunya berasal dari kalangan akademisi seperti Arif Satria. Sebagai penyanyi solo yang cukup populer, rupanya diam-diam Arif juga bisa mengikuti gaya bernyanyi dan cara Chrisye bergitar.

Hal itu ia tunjukkan ketika suatu kali pada bulan Juli 2019. Tepatnya pada acara Wisuda Sekolah Vokasi IPB. Ia bahkan menyanyikan lagu ciptaan sendiri dengan judul “Doa Ibu”. Sampai saat ini, Arif Satria sudah menelurkan dua album lagu sekaligus dan bisa diakses via aplikasi digital. Luar biasa memang produktivitas rektor berprestasi yang satu ini.

Pernah Punya Cita-Cita Jadi Jurnalis

Keinginannya menjadi seorang wartawan atau jurnalis begitu menggebu-nggebu pada saat tulisan dimuat oleh sebuah surat kabar di Bandung. Padahal, jauh-jauh hari ia sempat mengalami banyak penolakan dari redaktur. Meskipun upahnya jauh dari gaji yang diterima saat jadi rektor, ia merasa sangat senang. Namanya juga cinta kan? Biar sedikit apresiasi, rasanya seperti surga.

Pada saat itu, ia mendapat upah menulis di koran sebesar 50 ribu Rupiah. Walaupun sekarang sudah sibuk menjadi guru besar dan rektor, ia tetap menyisihkan waktu untuk terus menulis. Buktinya, Arif Satria telah menelurkan beberapa buku. Beberapa di antaranya berjudul “Pesisir dan Laut”, “Globalisasi Perikanan”, dan masih banyak lagi.

Punya Kebiasaan Menulis sejak SD

Sosok unggulan di antara dosen IPB ini sudah menekuni dunia tulis-menulis sejak SD. Tepatnya pada saat bersekolah di era 90-an. Cukup lama juga, ya? Hanya saja, saat itu tulisannya jarang sekali dimuat kendati sudah mengirim berkali-kali. Pena yang ia asah terus membuahkan hasil. Terutama dari segi kreativitas.

Menikahi Teman yang Sama-Sama Belajar di IPB

Seorang yang baru kenal dengan sosok Arif Saputra biasanya akan bertanya pula siapa nama istrinya. Ia pertama kali mengenal istri tercintanya ketika masih berseragam mahasiswa di IPB. Namanya Neno. Dialah perempuan tiada banding yang memperkenalkan kepentingan dunia akademisi pada Arif Satria. Padahal saat itu Arif tengah gandrung-gandrungnya dengan dunia jurnalistik.

Melihat potensi yang dimiliki oleh Arif Satria, Neno menyarankan agar kekasihnya itu menekuni dunia akademisi saja. Dengan semangat 45, Arif pun mengiyakan Neno. Ia sempat menempuh pendidikan di Universitas Kagoshima untuk menekuni ilmu pengetahuan seputar kelautan.

Bagi Neno, sosok Arif Satria sangatlah ideal. Sebab, ia mampu menempatkan diri sesuai fungsi dan peranannya dalam setiap lapisan kehidupan. Berkat dukungan sang istri pula, Arif pernah terlibat dalam penyusunan kebijakan perikanan dan kelautan. Tepatnya di tahun 2000. Saat itu ia tengah menduduki jabatan sebagai periset di Direktur Riset & Kajian Strategis IPB.

Adaptif terhadap Perubahan Tren

Sebagai seorang rektor, tak ubahnya seperti nahkoda kapal besar yang tengah berlayar di lautan lepas. Ia menyadari betul bahwa sewaktu-waktu gelombang bisa menerjang. Entah dalam kapasitas besar maupun skala kecil. Apa pun itu, ia mesti siap menanggung beban yang ada sekaligus mengarahkan tiap awak kapal agar tetap bersiaga sesuai koridor masing-masing.

Arif saat ini tengah menyoroti perubahan tren besar-besaran yang ada di masyarakat. Khususnya yang berkaitan dengan generasi milenial. Pendekatan dan strategi pengajaran pun lebih fleksibel agar bisa diterima oleh kalangan mahasiswanya dari generasi tersebut. Sebab amanah sebagai rektor hanya ia emban selama 5 tahun (2017-2022).

Apakah dalam 5 tahun tersebut ia akan banyak memberi perubahan pada awak IPB secara keseluruhan? Hanya kerja keras dan penuh dedikasilah yang bisa menjawabnya. Sosok Arif Satria diyakini para dosen maupun mahasiswanya bisa menghadapi tantangan tersebut.

Sudah banyak sekali ulasan positif tentang Arif Satria selaku rektor IPB periode sekarang. Baik yang datang dari media cetak maupun kesaksian para dosen IPB sendiri. Di mata para mahasiswa, sosok Arif Satria begitu dekat dengan mereka. Seolah-olah ia sebagai bapak untuk anak-anak tercintanya di IPB.

Author: admin